Trending

DINKES MENTAWAI BEKALI UMKM TEKNIK PRODUKSI PANGAN HIGIENIS DAN AMAN

 

Liputanone,Co.id.Mentawai– Dinas Kesehatan Mentawai menggelar Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik Industri Rumah Tangga bagi pelaku UMKM, Kamis 25/6/2026. Kegiatan ini fokus membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan agar produk pangan rumah tangga memenuhi standar keamanan dan mutu.

Kegiatan resmi dibuka Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar di Tuapejat. Hadir sebagai narasumber utama PFM Ahli Madya Balai Besar POM Padang Fitria, S.Si., Apt. Sejumlah pejabat terkait juga hadir mendampingi, di antaranya Kabid SDK Dinas Kesehatan Ikral Dinata, S.E., Ketua MUI Mentawai Mujamma’ul Khair, M.A., Kabid Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Ananias, S.E., Kabid Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Umaruddin, S.P., serta Apoteker Muda Dinas Kesehatan Nurhadi Putra, S.Si., Apt. Para pelaku usaha industri pangan rumah tangga se-Kepulauan Mentawai tampak antusias mengikuti materi dari awal hingga akhir.

Dalam pemaparannya, Lahmuddin Siregar menekankan bahwa keamanan pangan merupakan pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Produk pangan yang tidak aman bisa memicu berbagai penyakit dan menurunkan kepercayaan konsumen. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia WHO, setiap tahun jutaan orang di dunia mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi pangan yang tidak aman. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga merugikan pelaku usaha karena produk kehilangan daya saing di pasar.

“Sebagai pelaku usaha industri pangan, Bapak Ibu memegang peran penting dalam memastikan setiap produk yang dihasilkan aman, bergizi, dan layak konsumsi. Pangan yang aman bukan hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun luar daerah,” ucap Lahmuddin kepada media.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pelaku UMKM perlu memahami seluruh rangkaian proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan higienis, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi. Kesalahan sekecil apa pun di salah satu tahap bisa berisiko menimbulkan kontaminasi dan menurunkan kualitas produk.

Materi Bimtek kali ini mencakup berbagai aspek penting. Peserta mempelajari cara pengolahan yang higienis sesuai standar CPPOB-IRT, teknik penyimpanan yang tepat agar produk tidak cepat rusak, metode pengendalian kontaminasi silang, serta pemahaman regulasi keamanan pangan yang berlaku. Narasumber dari BBPOM Padang juga memberikan contoh praktik baik dan kesalahan umum yang sering terjadi di industri rumah tangga pangan.

Lahmuddin berharap setelah mengikuti bimtek, pelaku UMKM dapat langsung menerapkan standar keamanan pangan di tempat usaha masing-masing. Penerapan konsisten akan meningkatkan kualitas produk sehingga lebih dipercaya konsumen dan memperluas jangkauan pasar.

“Bimtek ini kami gelar agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lezat, tetapi juga higienis, aman, dan bermutu tinggi. Dengan begitu, produk Mentawai bisa bersaing dan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat melalui pangan yang aman,” harapnya.

Ia menambahkan, keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, produsen, dan masyarakat sebagai konsumen. Pemerintah berperan sebagai regulator dan pembina, produsen bertanggung jawab menghasilkan produk aman, sementara masyarakat berperan aktif memilih dan mengonsumsi pangan yang terjamin keamanannya.

Lahmuddin juga mengingatkan bahwa penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bukan sekadar syarat administratif untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga atau izin edar. Lebih dari itu, CPPOB-IRT merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku usaha.

“Penerapan CPPOB bukan hanya untuk administrasi izin. Ini investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing produk, menjaga kepercayaan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar. Yang paling penting tetap menjaga keamanan pangan demi melindungi kesehatan konsumen,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Dinkes Mentawai menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM. Pendampingan meliputi konsultasi teknis, monitoring penerapan CPPOB-IRT, hingga fasilitasi pengurusan SPPIRT. Dengan langkah ini, Dinkes optimis produk pangan olahan rumah tangga di Bumi Sikerei akan semakin berkualitas dan aman dikonsumsi masyarakat,"tutupnya.(Robi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak