BSI Meulaboh Inisiasi Gerakan Batalion Berhaji Bersama Prajurit Yonif TP 856

ACEH BARAT - LIPUTANONE.CO.ID | Upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini terus dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Meulaboh. belum lama ini. up/ Rabu, 9/9/26.

Kali ini, semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan "Batalion Berhaji" dengan menyasar keluarga besar Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti.

Melalui BSI Area Meulaboh, kegiatan edukasi perencanaan haji dan umrah digelar bersama KCP Seunagan dan diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari Komandan Batalion, jajaran perwira hingga seluruh prajurit Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti.

Bagi BSI Area Meulaboh, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi produk perbankan syariah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa perjalanan menuju Tanah Suci membutuhkan persiapan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Manager BSI Area Meulaboh, Sandi Rahmad Sholeh, menjadi salah satu penggerak utama dalam mendorong agar semangat Batalion Berhaji, tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang menumbuhkan kesadaran untuk merencanakan ibadah haji sejak dini.

Menurut Sandi, niat untuk menunaikan ibadah haji perlu dibarengi dengan langkah konkret, khususnya melalui perencanaan keuangan yang disiplin.


"Batalion Berhaji kami dorong menjadi gerakan yang membangun kesadaran untuk mulai merencanakan haji sejak dini. Tidak hanya memiliki niat, tetapi mulai mengambil langkah nyata melalui perencanaan keuangan yang disiplin bagi diri sendiri dan keluarga,” ujar Sandi Rahmad Sholeh.

Ia menilai, semakin awal perencanaan dilakukan, semakin besar kesempatan bagi calon jemaah untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah secara lebih terukur.

Menurutnya, perjalanan menuju Baitullah bukan sesuatu yang dapat dipersiapkan secara tiba-tiba. Dibutuhkan niat yang kuat, perencanaan yang matang serta konsistensi dalam menjalankan langkah-langkah persiapan.

"Perjalanan menuju Baitullah bukanlah sesuatu yang dilakukan secara tiba-tiba. Ada niat yang harus dijaga, ada perencanaan yang harus disusun, dan ada langkah nyata yang harus dimulai," tegasnya.

Semangat yang didorong BSI Area Meulaboh tersebut mendapat respons positif dari jajaran Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh antusiasme tersebut dihadiri langsung oleh Danyon Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti, Letkol Inf Didik Sulistio, S.A.P., M.P.A., Sementara dari pihak BSI hadir Kepala KCP Seunagan, Rustam Efendi, bersama tim.

Edukasi mengenai perencanaan haji dan umrah disampaikan langsung oleh Duta Haji BSI, Renold Gustiawan, yang memberikan pemahaman kepada para prajurit mengenai pentingnya mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci secara terencana.

Tidak hanya memberikan dukungan secara lisan, Danyon Letkol Inf Didik Sulistio juga memberikan contoh nyata dengan membuka rekening Tabungan Haji BSI.

Langkah tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah prajurit yang hadir. momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa ajakan untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi mulai diwujudkan melalui tindakan nyata.

Danyon juga mendorong seluruh personel untuk serius mempersiapkan rencana ibadah haji maupun umrah, baik untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

Bagi BSI Area Meulaboh, kegiatan bersama keluarga besar Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Sandi Rahmad Sholeh berharap sinergi yang telah terbangun bersama jajaran Yonif TP 856/Satria Bumi Sakti dapat terus diperkuat dan dikembangkan.

Tidak hanya berkaitan dengan perencanaan haji dan umrah, tetapi juga dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah kepada para prajurit dan keluarganya.

BSI Area Meulaboh juga terus mendorong agar semakin banyak masyarakat mengambil langkah konkret untuk mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah melalui perencanaan keuangan yang dilakukan sejak dini.

Gerakan "Batalion Berhaji" diharapkan dapat menjadi contoh bahwa persiapan haji dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk institusi dan keluarga, kemudian berkembang menjadi kesadaran bersama di tengah masyarakat.



(Redaksi)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak