Tuai Sorotan, Para Jurnalis Medan Minta Kapolda Sumut Copot Kapolsek Medan Kota!!



LIPUTANONE.CO.ID - Penghargaan yang diraih Polsek Medan Kota di bawah kepemimpinan Kompol Selvintriansih pada momentum HUT Bhayangkara ke- 79 menuai sorotan yang sangat tajam. 


Kritik itu datang dari Abd Halim (26), Jurnalis Muda Kota Medan sekaligus Pemimpin Redaksi Media Online SUMUTCENTER.COM, pada Sabtu.(13/9/25)


Polsek Medan Kota sebelumnya berhasil membawa pulang empat penghargaan, yakni juara pertama sebagai Polsek Paling Bersih dan Propam Terbaik, serta juara kedua kategori Sosiometri Polsek Terbaik dan Polsek Terbaik di jajaran Polrestabes Medan.


Bahkan, Kompolnas RI pernah menempatkan Polsek Medan Kota dalam nominasi 5 besar Kompolnas Award 2025, berdasarkan testimoni positif dari berbagai pihak, mulai kecamatan, Danramil, universitas hingga tokoh agama.


Namun, Halim dengan tegas menyebut penghargaan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.


“Saya selaku masyarakat, khususnya insan pers yang aktif memberitakan sejumlah kejadian dan peristiwa terkait kepolisian, menyangkal hal itu. Penghargaan tersebut bullshit dan nihil sama sekali,” ujarnya kepada para awak media yang bertugas.


Pernah Alami Kasus di Polsek Medan Kota


Halim menuturkan, dirinya pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan di Polsek Medan Kota. Ia mengaku menjadi korban penganiayaan akibat tuduhan pencurian pada 4 September 2024. Namun, saat mencoba melapor, ia justru mendapat perlakuan tidak profesional.


“Saya berusaha berkomunikasi dengan baik, bahkan menjelaskan bahwa saya jurnalis yang mengalami penganiayaan. Tapi yang saya dapatkan justru perkataan yang merendahkan dari Kapolsek dan jajarannya,” ungkapnya.


Ia menambahkan, saat itu dirinya tidak diizinkan membuat laporan dengan alasan splitsing, dan hanya dijanjikan akan ada gelar perkara khusus. Namun, pada akhirnya, statusnya hanya dicatat sebagai saksi.


Kritik Tajam terhadap Kepemimpinan Kapolsek


Lebih jauh, Halim menepis komentar masyarakat yang menyebut Kompol Selvintriansih sebagai sosok humanis, solutif, dan responsif serta dengan masyarakat. Ia menilai anggapan itu tidak sesuai realita.


“Perlakuannya angkuh dan arogan, jauh dari semangat Presisi yang digembar-gemborkan Polri. Menjaga monumen bersejarah di depan Polsek saja tidak mampu, apalagi melayani masyarakat. Beliau itu lebih suka pencitraan,” tegasnya.


Minta Evaluasi dan Pencopotan


Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Halim meminta Kapolri serta Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto untuk menindaklanjuti persoalan ini secara tegas. Ia juga mendesak Kompolnas RI serta Polrestabes Medan mengevaluasi, bahkan mencabut penghargaan yang telah diberikan kepada Polsek Medan Kota.


“Sekali lagi, dengan tegas saya nyatakan Kapolsek Medan Kota tidak layak. Lebih baik mundur saja sebagai wujud tanggung jawab insan Tribrata. Kami tidak lagi menginginkan sosoknya hadir di tengah masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.


Terpisah, dari deretan panjang dan lamanya kasus yang bergulir terhadap seorang jurnalis bernama Abd Halim ini, Bung Joe Sidjabat Selaku Pimpinan Umum MSN dan juga dikenal sebagai salah seorang pemerhati Aparat Penegak Hukum di Wilkum Polda Sumut meminta dengan sangat kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan beserta jajarannya agak mengevaluasi atas kinerja Kapolsek Medan Kota terhadap kasus yang sudah lama ini.


"Saya sangat prihatin atas kasus yang menimpa rekan media kita yang sudah berjalan tahunan tanpa ada titik terang, saya duga kuat ini sudah dipaku mati oleh para oknum aparat penegak hukum yang tidak bertanggungjawab!!, Saya mau mereka agar diperiksa ke Propam Polda Sumut supaya tidak semena-mena dan jika perlu dicopot dari Jabatannya karena tidak menunjukkan transparansi terhadap penegakan hukum di Wilkum Polda Sumut", Tegasnya.


Bung Joe Sidjabat yang juga sangat dikenal kalangan jurnalis sebagai orang yang sangat kritis terhadap penegakan hukum Kepolisian yang terkesan lamban terkhusus terhadap kasus kekerasan kepada  wartawan di Kota Medan yang kerap sering terjadi, menjadi prioritas utama dalam kebebasan PERS dan Keterbukaan Informasi Publik.


"Mau sampai kapanpun kasus ini bergulir, walau dikonfirmasi pada bungkam semua, kami tidak akan tinggal diam dan kami kan terus mengungkap fakta kebenaran yang ada, dan dan jangan ada yang ditutup-tutupi jika ada keluarganya bahkan seorang Oknum Polisi", tutupnya kepada awak media yang bertugas.

(RED/TIM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak