Tutup Bhakti TNI AD di Sarolangun, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol: TNI Bersama Rakyat

KODAM XX TIB | Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bhakti TNI AD yang dipusatkan di wilayah Kodim 0420/Sarko, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Senin (27/7/2026). Penutupan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran TNI dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Kegiatan penutupan turut dihadiri Bupati Sarolangun, Danrem 042/Garuda Putih, para pejabat utama Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Dalam sambutannya, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian Bhakti TNI AD. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat gotong royong bersama masyarakat.

"Bhakti TNI AD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Mayjen TNI Arief Gajah Mada.

Selama pelaksanaan Bhakti TNI AD, sejumlah sasaran fisik berhasil dikerjakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan dan pengecoran jalan, pembangunan sumur bor, serta berbagai fasilitas yang diharapkan dapat menunjang aktivitas dan meningkatkan kualitas kehidupan warga di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Tidak hanya pembangunan fisik, Bhakti TNI AD juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik. Pelayanan kesehatan, penyuluhan, hingga pemberian bantuan kursi roda dan kaki palsu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menunjukkan kehadiran TNI tidak hanya melalui pembangunan, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol menekankan agar seluruh hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui Bhakti TNI AD dapat dijaga dan dirawat bersama. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi harus dilanjutkan dengan kesadaran masyarakat untuk memelihara dan memanfaatkan hasilnya secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bupati Sarolangun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AD, khususnya Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, atas kontribusi dan dedikasinya dalam membantu masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di tengah masyarakat.

Penutupan Bhakti TNI AD di Sarolangun sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tidak terpisahkan dari rakyat. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dihadapi secara bersama-sama. Semangat TNI bersama rakyat inilah yang diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menjaga serta membangun daerah secara berkelanjutan.

#TNI BERSAMA RAKYAT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak