Bukan sekadar aplikasi berbasis teknologi, SIMPONI diarahkan menjadi instrumen pembenahan tata kelola data Ormas dan LSM di Pasaman Barat. Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan informasi organisasi dapat dikelola secara lebih cepat, akurat dan terstruktur sehingga komunikasi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan semakin efektif.
Bupati Pasaman Barat melalui Asisten I Setia Bakti yang membuka kegiatan atas nama pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui Ormas dan LSM dinilai memiliki posisi penting dalam menyampaikan aspirasi, mengawal persoalan sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Pemerintah membutuhkan kritik dan masukan. Kami ingin Ormas hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan, ikut mencari solusi atas persoalan sosial, menjadi perekat ketika muncul potensi perpecahan, serta mengawal dan memberikan kontribusi dalam pembangunan,” ujar Setia Bakti.
Menurutnya, keberadaan Ormas seharusnya tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial. Organisasi kemasyarakatan dituntut meningkatkan kapasitas kelembagaan, menjaga transparansi dan akuntabilitas, mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta ikut menjaga persatuan dan kondusivitas Pasaman Barat.
“Pemerintah dan Ormas harus berjalan berdampingan. Ormas yang hebat adalah Ormas yang keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dengan seluruh Ormas dan LSM,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Pasaman Barat Yosmar Divia mengatakan peluncuran SIMPONI merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan dan mudah diakses. Sistem tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan data Ormas yang selama ini membutuhkan penataan secara lebih sistematis dan terintegrasi.
“Melalui SIMPONI, kami berharap pelayanan dan pengelolaan data menjadi lebih cepat, tertib, akurat, dan mudah dipantau,” ujar Yosmar.
Ia menjelaskan, pemanfaatan SIMPONI tidak semata-mata menyangkut penggunaan teknologi. Lebih jauh, sistem tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Kesbangpol dengan organisasi kemasyarakatan sekaligus menyediakan data yang lebih tertata sebagai salah satu bahan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan sesuai kondisi nyata di lapangan.
Kesbangpol Pasaman Barat berkomitmen terus menyempurnakan SIMPONI agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Kehadiran sistem tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik menuju tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan sosialisasi dan peluncuran SIMPONI turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, unsur Forkopimda, perwakilan Ormas, LSM serta pihak terkait. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Wendry Finisa yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat dan Kasat Intelkam Polres Pasaman Barat Rahmad yang mewakili Kapolres Pasaman Barat.
Melalui SIMPONI, Kesbangpol Pasaman Barat kini mendorong hubungan pemerintah dan Ormas memasuki pola yang lebih terbuka dan terukur: data lebih tertib, pelayanan lebih mudah, komunikasi lebih kuat, dan keberadaan Ormas diharapkan semakin nyata manfaatnya bagi masyarakat. (Novi)
