PIDIE JAYA – LIPUTANONE- |Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya diwarnai dengan gangguan listrik yang tidak stabil sejak hari pertama digelarnya berbagai cabang perlombaan.selasa, 4/11/25.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan baik bagi peserta lomba, panitia, maupun para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar arena MTQ.
Dari pantauan di lapangan, pemadaman listrik kerap terjadi secara tiba-tiba, bahkan di saat berlangsungnya sejumlah cabang perlombaan penting seperti tilawah, fahmil Qur’an, dan syarhil Qur’an dan juga Tafsir Alqur'an.
Kondisi ini membuat jalannya lomba menjadi terganggu karena sistem pencahayaan dan perangkat suara terhenti secara mendadak.
Sejumlah peserta dan dewan hakim mengaku cukup kesulitan menjalankan kegiatan sesuai jadwal akibat padamnya listrik yang berulang.
Beberapa lokasi lomba bahkan terpaksa menggunakan genset sebagai sumber daya alternatif agar kegiatan dapat tetap dilanjutkan.
Selain peserta, gangguan listrik juga dikeluhkan para pedagang UMKM yang berjualan di area pameran dan lokasi utama MTQ.
"Kalau malam sering mati lampu, pembeli jadi sepi karena suasana gelap dan alat pendingin minuman juga tidak bisa digunakan,” keluh salah seorang pedagang minuman dingin di arena utama MTQ.
Para pedagang berharap pihak terkait, terutama PLN dan panitia penyelenggara, segera mencari solusi agar pasokan listrik kembali stabil selama kegiatan MTQ berlangsung.
"Acara sebesar ini seharusnya disiapkan dengan baik, apalagi melibatkan seluruh kabupaten/kota se-Aceh,” ujar seorang pedagang lainnya.
Sementara itu, panitia pelaksana MTQ ke-37 Pidie Jaya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Kami sudah menyampaikan laporan resmi ke PLN agar segera menstabilkan suplai listrik di seluruh titik kegiatan MTQ. Ini penting agar lomba dapat berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar salah satu panitia bidang perlengkapan.
MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November 2025, dengan melibatkan ribuan peserta, official, dan pengunjung dari berbagai daerah.
Panitia berharap kendala teknis seperti pemadaman listrik tidak lagi terjadi, agar semangat dan kekhusyukan para peserta dalam menyiarkan nilai-nilai Al-Qur’an tetap terjaga hingga penutupan nanti.
(Dedy Surya)
