MEULABOH — LIPUTANONE | Panglima Laot Lhok Padang Seurahet, Kismar Turangga atau yang akrab disapa Ucok, menyoroti keberadaan satu unit boat yang diduga bukan milik nelayan setempat yang tenggelam di kawasan Babah Kuala Krueng Cangkoi, Meulaboh, Minggu, 15/2/26.
Hingga kini, kapal tersebut tidak diketahui pemiliknya dan dinilai sangat mengganggu aktivitas keluar masuk nelayan. Peristiwa itu terjadi di wilayah pesisir Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Jalur Babah Kuala Krueng Cangkoi sendiri merupakan satu-satunya akses bagi nelayan untuk melaut, sehingga keberadaan bangkai boat di tengah jalur menjadi hambatan serius bagi aktivitas perikanan masyarakat.
Kismar Turangga menyampaikan bahwa para nelayan mengeluhkan kondisi tersebut karena membahayakan keselamatan saat melintas, terutama pada malam hari dan saat air pasang surut.
" Boat itu sangat mengganggu. Posisi tenggelamnya tepat di jalur keluar masuk nelayan. Kami khawatir bisa terjadi kecelakaan," ujar Kismar saat dikonfirmasi.
Ia berharap kepada siapapun pemilik kapal tersebut agar segera bertanggung jawab dan melakukan evakuasi secepat mungkin. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut keselamatan banyak pihak.
Keluhan serupa juga disampaikan S. Ginting alias (Toke Cut) salah seorang pemilik boat tangkap ikan KM Talenta. Ia mengaku aktivitas melaut menjadi terganggu karena nelayan harus ekstra hati-hati saat melintas di lokasi boat tenggelam.
" Kami sangat terganggu. Jalurnya sempit, kalau tidak segera diangkat bisa membahayakan kapal nelayan lain," keluhnya.Selanjutnya, Kismar Turangga, menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait apabila dalam waktu dekat tidak ada upaya pengangkatan kapal.
Ia juga menilai, selain mengganggu aktivitas ekonomi nelayan, keberadaan boat tersebut berpotensi merusak jalur pelayaran tradisional yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir.
Para nelayan berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan membantu proses evakuasi agar aktivitas melaut kembali normal dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, kapal tenggelam tersebut masih berada di lokasi dan belum ada pihak yang mengklaim kepemilikan.
(Dedy Surya)

