PADANG | Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Halalbihalal Keluarga Besar Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (IKA-FHUA) yang akan digelar pada Minggu, 19 April 2026, dinamika dukungan terhadap figur kepemimpinan mulai mengerucut. Satu nama yang kian menguat dan disebut di berbagai daerah adalah Dr. Prim Haryadi, SH., MH. Arus dukungan itu bukan sekadar wacana, tetapi telah dinyatakan secara resmi oleh DPD IKA FHUA Jambi melalui surat dukungan yang ditandatangani langsung oleh ketua dan sekretarisnya.
Dari Kota Jambi, suara alumni hukum Unand terdengar tegas. DPD IKA FHUA Jambi secara bulat menyatakan dukungan kepada Prim Haryadi untuk kembali memimpin organisasi alumni hukum tersebut pada periode 2026–2030. Dukungan ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan sebelumnya dinilai membawa arah yang jelas, progresif, dan berdampak nyata bagi alumni serta almamater.
Ketua IKA FHUA Jambi, Dr. Firdaus Abu Bakar, SH., MKn, yang sehari-hari berprofesi sebagai notaris di Jambi, menyampaikan bahwa sosok Prim Haryadi bukan hanya dikenal sebagai pemimpin organisasi alumni, tetapi juga sebagai figur hukum nasional dengan kapasitas keilmuan yang mumpuni. Ia menilai selama masa kepemimpinannya, IKA FHUA tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum di Indonesia.
Menurut Firdaus, Prim Haryadi mampu menerjemahkan peran alumni dalam konteks yang lebih luas. Mulai dari advokasi kebijakan pasca pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru, hingga penguatan pengabdian kepada masyarakat, alumni, dan civitas akademika. IKA FHUA, di bawah kepemimpinannya, menjadi organisasi yang hidup dan berperan, bukan sekadar simbol kebersamaan.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD IKA FHUA Jambi, Ilham Kurniawan Dartias, SH., MH, menegaskan bahwa Prim Haryadi memiliki ketokohan, integritas, dan kepakaran hukum yang telah teruji dalam dinamika hukum nasional. Baginya, kepemimpinan Prim bukan hanya soal organisasi, tetapi tentang keteladanan dan dedikasi terhadap almamater.
Ilham juga menyoroti bagaimana Prim Haryadi secara konsisten membangun kedekatan emosional antaralumni di berbagai daerah. Jaringan alumni yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri, kini mulai terhubung dalam satu simpul besar kebersamaan di bawah IKA FHUA.
Mubes IKA Fakultas Hukum Unand kali ini diperkirakan akan menjadi momentum besar. Alumni dari berbagai penjuru tanah air akan hadir, membawa semangat kebersamaan pasca Idulfitri dalam suasana halalbihalal yang hangat dan penuh makna.
Beberapa tokoh nasional yang merupakan alumni hukum Unand juga dikabarkan akan hadir, di antaranya Gamawan Fauzi, Halius Husen, serta Saldi Isra. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa jejaring alumni hukum Unand tersebar luas di panggung nasional.
Fakultas Hukum Unand sendiri dikenal sebagai salah satu fakultas hukum tertua di luar Pulau Jawa. Dari kampus ini lahir banyak tokoh hukum yang berkiprah di lembaga peradilan, pemerintahan, akademisi, hingga praktisi hukum di seluruh Indonesia.
Harapan besar pun disematkan pada Mubes kali ini. IKA FHUA diharapkan semakin solid sebagai wadah pemersatu keluarga besar alumni, sekaligus motor penggerak kepedulian alumni terhadap almamater.
Dukungan dari Jambi ini bukan hanya simbolis. Ia mencerminkan kepercayaan yang lahir dari pengalaman merasakan langsung dampak kepemimpinan Prim Haryadi. Sebuah dukungan yang berbasis rekam jejak, bukan sekadar harapan.
Bagi banyak alumni, Prim Haryadi dinilai berhasil menjadikan IKA FHUA sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan hukum nasional, terutama dalam masa transisi regulasi besar seperti pembaruan KUHP dan KUHAP.
Lebih dari itu, kepemimpinan yang inklusif membuat alumni dari berbagai generasi merasa memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi. Tidak ada sekat angkatan, tidak ada batas wilayah.
Dukungan yang terus mengalir ini menunjukkan bahwa kepercayaan alumni bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia tumbuh dari konsistensi, dedikasi, dan keberpihakan pada kemajuan bersama.
Mubes nanti bukan hanya tentang memilih ketua. Ia adalah momentum menentukan arah organisasi alumni hukum Unand ke depan, agar semakin berperan dalam percaturan hukum di Indonesia.
Dan dari Jambi, pesan itu telah disampaikan dengan jelas: Dr. Prim Haryadi, SH., MH masih menjadi sosok yang diyakini mampu memimpin IKA FHUA menuju periode berikutnya dengan semangat kebersamaan, keilmuan, dan pengabdian.
TIM
