Masalah klasik Di DPRD Pasaman masih jadi momok kinerja lembaga yang ia pimpin.Ketua DPRD Pasaman, Habis Main

 

Pasaman-

Liputanone.co.id|Giliran rapat ke rapat, anggota hilang ditelan bumi. Bukan di tengah-tengah masyarakat, namun tak tau dimana rimbanya.

Saat ada kunjungan kerja, seperti jelangkung, semua hadir tanpa diundang. Begitulah sifat 35 orang anggota dewan tersebut.

Catatan absensi di lembaga itu, kurun waktu dari Januari hingga Juni 2026 ini saja, wakil rakyat tersebut telah berhasil melakukan kunjungan kerja ke luar daerah sebanyak 26 kali atau rata-rata sekali dalam setiap minggu dengan jumlah harinya mencapai 106 hari.

Namun, ketika setiap rapat paripurna digelar di gedung DPRD yang megah berlantai tiga itu, wakil rakyat tidak pernah hadir 100 persen lengkap.

Kecuali paripurna istimewa seperti mendengarkan Pidato Presiden menjelang 17 Agustus dan paripurna istimewa memperingati HUT Kabupaten Pasaman.

Kritik tajam dilayangkan, berita diviralkan. Nan mereka (pak dan ibuk dewan) acuah-acuah saja. Telinga tebal.

Baru ini saja buktinya, rapat paripurna tentang jawaban Bupati Pasaman atas pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 serta penandatanganan nota kesepakatan, terpaksa harus ditunda karena rapat tersebut tidak memenuhi kuorum. Bupati dan jajaran tak ada harga, begitu terus berulang. 

Rapat penting antara Pemkab Pasaman dengan DPRD Pasaman ini juga tidak tahu kapan digelar kembali, karena akan di agendakan lagi oleh Bamus DPRD.

Secara aturan, mungkin tidak ada yang dilanggar para Anggota DPRD tersebut. Cuma, selaku wakil rakyat dimana fungsi Pengawasan DPRD Pasaman terhadap kinerja Pemkab Setempat. Moralnya mana,” ujar Rahman salah seorang warga Lubuk Sikaping kepada media, Kamis (25/6).

Selain itu, ia juga menyangkan tindakan wakil rakyat itu yang melakukan Kunker setiap seminggu sekali. Ia menganggap hal ini termasuk pemborosan anggaran disaat seluruh daerah di Indonesia terdampak efisiensi anggaran.

Jadi, katanya wajar jika masyarakat Pasaman banyak yang kecewa terhadap kinerja anggota DPRD periode 2024 – 2029 ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi saat dikonfirmasi terkait hal tersebut via pesan Whatpps di nomor tidak memberikan tanggapan sepatah kata pun. (RF)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak