Liputanone.co.id,
Panyabungan - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) kembali membuka ruang diskusi dengan mahasiswa dan pemuda dari berbagai organisasi di Aula Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, pada Kamis, 25 Juni 2026.
Pada awal bulan ini, Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution juga menerima kelompok mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung. Saat itu, ada 15 poin tuntutan yang menjadi bahan diskusi.
Langkah ini membuktikan keterbukaan pemerintahan Saipullah-Atika dalam menerima kritik konstruktif dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk kaum muda intelektual, untuk percepatan pembangunan Madina. Bahkan, dalam pertemuan hari ini, bupati secara eksplisit meminta mahasiswa dan para pemuda untuk sering-sering berdialog dengan pemerintah.
"Terima kasih kepada OPD sebagai inisiator pertemuan ini. Masukan dari adik-adik mahasiswa dan OKP sangat kami butuhkan untuk membangun Madina yang lebih baik," kata Saipullah.
Dalam diskusi hari ini, Saipullah memaparkan capaian 100 hari kerja pertama pemerintahannya bersama Atika Azmi. Antara lain pemindahan RSUD Panyabungan ke lokasi baru, pembentukan Koperasi Merah Putih di desa-desa, dan pembangunan jalan lingkar Pasar Lama.
Meski demikian, Saipullah meminta masukan dari kalangan pemuda dan mahasiswa untuk pemanfaatan bangunan di atas bekas gedung Bioskop Tapanuli yang sampai hari ini masih kosong. Dia tidak ingin aset pemerintah itu mangkrak tanpa fungsi.
"Pasar eks bioskop saat ini masih kosong. Saya minta organisasi mahasiswa dan kepemudaan memberikan saran dan masukan. Fungsinya mau diisi apa agar bermanfaat untuk ekonomi masyarakat," sebut dia.
Bupati memaparkan sejumlah usulan pembangunan Pemkab Madina ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang berfokus pada infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan, antara lain:
1. Kesehatan: Peningkatan sarana-prasarana RSUD Panyabungan ke Kementerian Kesehatan.
2. Energi: Pembangunan gardu induk Natal ke PLN Pusat.
3. Infrastruktur: Perbaikan pasca bencana + pembangunan ruas jalan Jembatan Merah-Batang Natal-Linga Bayu.
4. Pertanian: Pengembangan kelapa dalam, kakao, pembangunan irigasi, dan pengalihan kebun karet ke sawit.
Di sisi lain, Saipullah menyampaikan komitmen untuk menuntaskan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) tahun ini. Untuk saat ini, kata dia, sudah pada tahapan pembentukan koperasi pertambangan.
"Di Desa Sale Baru, Kecamatan Muara Batang Gadis, ada tiga koperasi yang proses IPR dengan luas 30 hektare. Kemudian di Desa Tambang Kaluang, Kecamatan Batang Natal, satu koperasi seluas 10 hektare. Insyaallah, tahun ini IPR di dua kecamatan itu harus tuntas," tegas Saopullah.
Sementara itu, kalangan mahasiswa dan pemuda yang hadir menyoroti sejumlah isu strategis. Antara lain, harga gabah yang masih di bawah ketetapan pemerintah, pemanfaatan bangunan yang berdiri di atas bekas Bioskop Tapanuli, suplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan ruas jalan Jembatan Merah-Lingga Bayu, pengalihan kebun karet ke sawit, percepatan IPR, dan pemanfaatan eks gedung RSUD lama.
Organisasi yang hadir dalam diskusi ini antara lain Pemuda Muhammadiyah, Patayat NU, IPK, PMII, HMI, GMNI, KBPP Polri, Dema STAIN Madina, dan GP Ansor.
Benny Fatahillah Lubis
