Evaluasi Efisiensi Modal, BUMDes Kemang Sakti Alihkan Unit Usaha Sapi ke Peternakan Kambing

Liputanone.co.id|*EMPAT LAWANG*– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemang Sakti yang berlokasi di Desa Pulau Kemang, Kabupaten Pelalawan, secara resmi mengalihkan fokus unit usaha ketahanan pangan mereka dari peternakan sapi menjadi budidaya dan penggemukan kambing potong. Langkah strategis ini diambil sebagai hasil evaluasi total terhadap efisiensi modal dan biaya operasional.


Keputusan pengalihan komoditas ternak tersebut disepakati melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BUMDes, serta tokoh masyarakat setempat di Desa Pulau Kemang, baru-baru ini.


Ketua BUMDes Kemang Sakti, Bapak Ahmad, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi finansial dan teknis di lapangan, pemeliharaan sapi potong sebelumnya menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya adalah tingginya biaya investasi awal, lambatnya siklus perputaran modal, hingga keterbatasan ketersediaan lahan hijau untuk pakan skala besar.

"Peternakan sapi membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai masa panen dan perputaran uangnya lambat. Setelah kami hitung ulang bersama para ahli dan peternak lokal, komoditas kambing jauh lebih menjanjikan secara ekonomi untuk skala desa. Siklus reproduksinya cepat, permintaan pasar lokal sangat tinggi, dan risiko kerugiannya lebih terukur," ujar Bapak Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).


Bapak Ahmad menambahkan, dengan beralih ke peternakan kambing, alokasi dana penyertaan modal dari Dana Desa dapat dioptimalkan secara lebih efektif. BUMDes Kemang Sakti ditargetkan dapat mulai melakukan pengadaan bibit kambing unggul gelombang pertama pada bulan ini setelah proses renovasi kandang komunal selesai dilakukan.


Di sisi lain, Kepala Desa Pulau Kemang, Pak Jalaludin, mendukung penuh langkah taktis yang diambil oleh manajemen BUMDes. Menurutnya, perubahan orientasi usaha ini merupakan bentuk adaptasi bisnis yang sehat agar keuangan desa tidak mandek pada sektor usaha yang kurang produktif.



"Pemerintah Desa sangat mendukung iklim bisnis BUMDes yang dinamis. Pergantian dari sapi ke kambing ini bukan berarti program sebelumnya gagal, melainkan bagian dari strategi rasionalisasi demi mengamankan Pendapatan Asli Desa (PADes). Kami ingin modal usaha yang dititipkan masyarakat benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan desa," tegas Pak Jalaludin.


Lebih lanjut, Pak Jalaludin juga menaruh harapan besar agar unit usaha peternakan kambing yang baru ini bisa mendapatkan perhatian dan stimulus dari jajaran pemerintahan di atasnya.


"Kami sangat mengharapkan adanya dukungan program bantuan stimulus, baik dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Provinsi, hingga bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) serta Kementerian Pertanian. Sinergi lintas sektoral ini sangat kami butuhkan untuk percepatan infrastruktur kandang modern dan pengadaan bibit unggul berskala besar," lanjutnya.



Selain bantuan luar, Kepala Desa juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas internal organisasi. Perubahan unit usaha ini diharapkan mampu memotivasi seluruh jajaran karyawan dan pengurus BUMDes Kemang Sakti untuk bekerja lebih profesional, disiplin, serta inovatif dalam mengelola aset desa.


Ke depan, pihak BUMDes Kemang Sakti tidak hanya berfokus pada penjualan daging, tetapi juga berencana mengintegrasikan unit usaha ini dengan sektor pertanian melalui pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang nantinya akan disalurkan kepada para petani lokal dengan harga terjangkau.


-Evan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak