Abah Mawardi Kembali Pegang Kendali MAA Aceh Barat, Bertekad Tegakkan Adat dan Resam


MEULABOH - LIPUTANONE.CO.ID | Tgk. H. Mawardi Nyakman kembali dipercaya memegang kendali kepengurusan Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2031. 

Amanah tersebut menjadi momentum bagi dirinya untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga, melestarikan serta menegakkan adat dan resam yang hidup di tengah masyarakat Aceh Barat.rabu, 7/10/26.

Usai dilantik sebagai Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat, Abah Mawardi menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan membangun sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. 

Menurutnya, keberadaan MAA tidak dapat dipisahkan dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Abah Mawardi menegaskan, MAA Aceh Barat akan berjalan di bawah payung Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, S.P., M.M., bersama Wakil Bupati Said Fadheil, S.H. Sinergi tersebut dinilai penting agar pelestarian adat tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Di bawah payung pemerintah daerah, di bawah kepemimpinan Bapak Tarmizi dan Bapak Said Fadheil, kita bertekad untuk menegakkan adat dan resam di Aceh Barat. MAA harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjaga marwah serta nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para leluhur," ujar Abah Mawardi.

Ia mengatakan, tantangan terhadap keberadaan adat dan budaya saat ini semakin kompleks. 

Perubahan zaman dan perkembangan teknologi, menurutnya, tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri serta melupakan nilai-nilai adat yang selama ini menjadi pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Karena itu, MAA Aceh Barat ke depan akan mendorong penguatan peran tokoh adat, pemangku adat, ulama, tokoh masyarakat serta generasi muda dalam menjaga keberlangsungan adat dan resam. 

Penguatan tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui pembinaan, edukasi, musyawarah adat serta berbagai kegiatan yang mampu mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai budaya daerah.

Abah Mawardi juga mengajak seluruh pengurus MAA Aceh Barat untuk bekerja secara bersama-sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri. 

Menurutnya, amanah sebagai pengurus MAA merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, sehingga lembaga adat tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga adat. Amanah ini harus kita jalankan dengan rasa tanggung jawab. Kita ingin adat dan resam tetap hidup, dihormati dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh Barat,"tegasnya.

Dengan kepengurusan lanjutan periode 2026–2031, MAA Aceh Barat diharapkan mampu semakin aktif menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. 

Kehadiran MAA juga diharapkan dapat memperkuat identitas masyarakat Aceh Barat sekaligus menjaga warisan adat agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Abah Mawardi berharap dukungan seluruh elemen masyarakat di Aceh Barat dapat menjadi kekuatan bersama dalam mengembalikan adat pada tempatnya. 

Ia menegaskan, menjaga adat bukan hanya menjadi tanggung jawab MAA, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Aceh Barat sebagai pewaris nilai dan budaya daerah.

Dengan semangat tersebut, MAA Aceh Barat di bawah kepemimpinan Abah Mawardi bertekad menjadikan adat dan resam bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nilai yang terus hidup dan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat Aceh Barat yang beradat, bermartabat dan berbudaya.


(Dedy Surya) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak