Lautan Manusia, Replika Kupiah Meuketop, Warnai Peringatan Hari Bersejarah

ACEH BARAT - LIPUTANONE |

- Masjid Ujong Simpang, Kecamatan Arongan Lambalek, berubah menjadi lautan manusia. 

Ribuan warga dari sembilan desa sekitar tumpah ruah, memenuhi halaman masjid hingga ke jalanan. Mereka datang tanpa paksaan, tanpa komando, hanya digerakkan oleh satu hal., cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Senin,8/9/25.

Sejak SIANG, arus manusia terus berdatangan. Suara Zikir   bersahutan dengan riuh tawa anak-anak, aroma gulai dan nasi kenduri berbaur dengan semarak zikir yang menggema dari dalam dan luar Masjid. 

Di sepanjang jalan menuju lokasi, mata siapa pun yang hadir pasti terpikat oleh pemandangan unik., replika-replika raksasa menyerupai ikon khas Aceh Barat, dihiasi aneka kue tradisional, jajanan modern, hingga ratusan bungkus snack berwarna-warni.

Tradisi ini sudah menjadi ciri khas Arongan Lambalek. Setiap desa yang diundang wajib membawa replika, bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kreativitas, rasa syukur, dan kebersamaan warga. 

Menurut tradisi Adat kebiasaan turun temurun warga setempat, semakin megah dan sarat makanan replika tersebut, maka semakin besar pula kebanggaan masyarakat yang menyiapkannya.

" Alhamdulillah, tahun ini luar biasa meriah. Semua warga dari sembilan desa hadir, mereka menyatu tanpa ada sekat. Ini bukti bahwa persaudaraan di sini sangat kuat,” tutur Obeng, seorang pemuda setempat, dengan senyum penuh bangga.

Dalam kesempatan yang penuh kehangatan itu, Camat Arongan Lambalek, Khairul Diansyah Putra, S.STP., yang turut hadir bersama jajaran kecamatan, tak kuasa menyembunyikan rasa kagumnya.

" Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat. Maulid ini bukan hanya ibadah, tapi juga wadah mempererat silaturahmi. Semoga kekompakan ini terus tumbuh, menjadi modal penting dalam membangun daerah kita,” ujarnya.

Tak kalah bangga, Keuchik Ujong Simpang, Nurdin Z, menegaskan bahwa tahun 2025 mencatat peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

" Partisipasi warga sangat luar biasa. Setiap kepala keluarga diwajibkan membawa 40 bungkus nasi, tapi banyak yang memberi lebih. Bahkan ada yang sampai 60 bungkus. Ditambah hidangan kenduri yang mencapai 80 hidang besar, menjadikan acara ini penuh berkah,” jelasnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Nurdin kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, hingga pemuda yang siang malam mempersiapkan jalannya perayaan.

Sementara itu, Tuha Peut Ujong Simpang, Halimi, menambahkan bahwa semangat “meuabeh-abeh” (habis-habisan) warga adalah cerminan cinta kepada Rasulullah SAW.

" Tradisi ini turun-temurun, bukan hanya tentang kenduri. tetapi Semakin banyak kita berbagi, semakin besar rasa syukur kita kepada Allah dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Puncak perayaan terasa semakin istimewa ketika doa dan zikir menggema, bersahut-sahutan dengan riuh anak-anak yang berebut snack dari replika.


 

Para orang tua duduk bersilaturahmi, sementara aroma masakan khas Aceh menggoda setiap indera. Semua berpadu menjadi mozaik kebahagiaan yang sulit dilupakan.

Menjelang sore, ketika acara usai, wajah-wajah sumringah warga menjadi saksi. Maulid Nabi Muhammad SAW di Ujong Simpang tahun ini bukan sekadar peringatan, melainkan perayaan kebersamaan, meriah, khidmat, unik, dan sarat makna.



(Dedy Surya)




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak