LIPUTANONE.CO.ID - Iyusan Sukoco Padlam Minallah, S.Pd, seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 328 di Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diketahui telah dilaporkan oleh salah seorang wali murid.
Perihal ini membuat banyak orang geram, pasalnya Sukoco nama akrabnya, beliau dikenal sebagai sosok pengajar yang berdedikasi tinggi dalam membina generasi bangsa, tidak hanya sebagai seorang pendidik di SDN 328 tersebut,beliau juga merupakan seorang pelatih Pramuka yang baik. Minggu,(19/10/2025)
“Kami sangat kecewa dengan laporan ini. Pak Sukoco itu guru yang sangat baik dan berdedikasi. Kami tidak percaya beliau sengaja melakukan kekerasan,” ujar Khozin salah seorang tokoh masyarakat yang juga bekerja sebagai Humas di salah satu Perusahaan",Minggu (19/10/25).
Ditambahkan, tindakan yang dilakukan oleh Iyusan Sukoco mungkin saja merupakan bagian dari upaya mendidik siswa agar disiplin dan bertanggung jawab.
“Mungkin ada cara mendidik yang dianggap keras, tapi itu semua demi kebaikan anak-anak,” pungkasnya Khozin
Salah seorang warga lainnya yang tidak disebutkan namanya menimpali bahwa laporan ke polisi ini dianggap terlalu berlebihan. karena banyak yang tahu Sukoco ini orang baik.
"kami tidak yakin kalau Sukoco melakukan kekerasan yang berlebih-lebihan, dan kita yakin laporan tersebut mungkin belum memenuhi unsur tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang (UU) Perlindungan Anak"Urainya
Mereka berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat Iyusan Sukoco adalah bagian dari komunitas dan juga seseorang yang dihormati di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap ada mediasi antara pihak sekolah, guru, wali murid, dan tokoh masyarakat. Jangan langsung dibawa ke ranah hukum, kasihan Pak Sukoco,” tutup tokoh masyarakat tersebut.
Para tokoh masyarakat ,Kepala Desa,Kepala Sekolah,Guru, se-Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Madina Menyurati Kapolres Madina, untuk menyampaikan pembelaan terhadap Sukoco
Ditempat terpisah Sukoco membenarkan dirinya dilaporkan oleh orang tua muridnya, dan menjelaskan kepada awak media bahwa tidak ada kekerasan yang ia lakukan terhadap siswi kelas V tersebut.
"Saat itu sedang latihan baris berbaris, namun siswi tersebut selalu salah dalam gerakan, dan dalam barisan dia tidak lurus,jadi saya memperbaiki geraknya dan mengarahkan mukanya untuk fokus kedepan, Mungkin karena berkali-kali di tegur siswi tersebut merasa malu hingga melaporkan ke orang tuanya berbeda dengan realita di lapangan" ungkap Sukoco
Untuk diketahui, Rekam jejak Sukoco adalah Tokoh muda yang penuh dedikasi tinggi dalam mendidik dan membina generasi di Kecamatan, tak sekedar seorang yang berprofesi sebagai guru honorer sejak 2006, baru ditahun 2022 kemarin terangkat menjadi guru P3K, Sukoco yang juga seniman muda Wayang Kulit, dan Seni Budaya Jawa juga Kakak Pelatih Pembina Pramuka Kwarcab Madina.
HR
