Liputanone.Co.Id.Mentawai– Pemandangan miris ditemukan tim saat survei lokasi venue cabang olahraga kriket untuk Porprov Sumbar 2026 di lapangan bola kaki SP3, Sipora Utara, Jumat (1/5/2026).
Di sisi lapangan, berdiri satu unit bangunan permanen yang kondisinya memprihatinkan. Tak terpelihara, ditumbuhi semak, dan terlihat tidak difungsikan. “Ngeri kali lihatnya. Bangunan dibangun pakai uang negara, tapi dibiarkan begitu saja. Ini sangat mubazir,” ujar salah satu anggota tim survei.
Temuan ini langsung menjadi sorotan media. Investigasi wartawan di lapangan membenarkan kondisi bangunan tersebut. Belum diketahui pasti fungsi awal gedung, tahun pembangunan, maupun instansi penanggung jawabnya. Namun yang jelas, kondisinya terbengkalai dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat.
Keberadaan bangunan mubazir ini jelas mencederai semangat efisiensi anggaran dan persiapan Porprov 2026. Di saat pemerintah daerah di bawah Bupati Rinto Wardana sedang all out menyiapkan bonus Rp 50 juta untuk atlet emas dan KONI Mentawai gencar benahi venue, justru ditemukan aset negara yang terbuang sia-sia.
“Dana APBD itu uang rakyat. Kalau sudah dibangun harusnya dirawat dan dimanfaatkan. Kalau dibiarkan rusak, ini bentuk pemborosan. Kami minta Pemkab Mentawai dan instansi terkait segera klarifikasi: gedung ini punya siapa, dibangun tahun berapa, anggarannya berapa, dan kenapa dibiarkan?” tegas wartawan yang melakukan investigasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Mentawai maupun dinas terkait soal status dan riwayat bangunan tersebut. Tim survei venue kriket sendiri tetap melanjutkan pengukuran lapangan, namun catatan soal gedung mubazir ini akan jadi rekomendasi serius.
Masyarakat berharap Porprov 2026 jadi momentum pembenahan, bukan hanya venue, tapi juga penertiban aset-aset negara yang mangkrak. Jangan sampai semangat olahraga tercoreng oleh potret pemborosan di depan mata.(Robi)
