Liputanone.co.id, MENTAWAI | Jalan adalah urat nadi ekonomi. Prinsip itu yang dipegang Pemkab Kepulauan Mentawai saat membuka akses baru penghubung Desa Buttui menuju Matotonan di pedalaman Siberut Selatan.
Tahun 2026 ini, Dinas PUPR Mentawai mengerjakan pembukaan jalan sepanjang 7 kilometer. Kabar baiknya, sejak Januari hingga April progres sudah mencapai 4 kilometer.
"Metode yang kami pakai swakelola karya bakti. Libatkan warga dan alat yang ada," kata Kepala Dinas PUPR Mentawai, Brandus Simanjuntak, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/4/2026).
*Dampak Langsung ke Warga*
Bagi warga Buttui dan Matotonan, jalan ini bukan sekadar proyek. Selama puluhan tahun, dua desa itu hanya terhubung jalan setapak dan jalur laut. Kalau musim hujan, ongkos angkut hasil kebun bisa naik dua kali lipat.
Selain ekonomi, akses baru ini ikut membuka pintu pariwisata. Desa Matotonan dikenal sebagai salah satu kantong budaya tradisional Mentawai. Wisatawan yang ingin melihat sikerei atau rumah adat uma kini punya jalur darat alternatif.
*Anggaran dan Target*
Brandus menyebut anggaran pembukaan jalan Buttui-Matotonan ini lebih kurang Rp2 miliar bersumber dari APBD Mentawai. Ia optimistis jika cuaca mendukung dan tidak ada kendala berarti, sisa 3 kilometer bisa dirampungkan tahun ini.
“Ini program prioritas kepala daerah. Dampaknya harus langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
*Tak Hanya Buttui-Matotonan*
Proyek jalan di Mentawai tahun ini tidak berhenti di satu ruas. DPUPR juga menangani pembukaan jalan Sigapokna-Simatalu yang panjangnya di atas 50 kilometer. Kontrak kerja sudah diteken 1 April 2026. Saat ini tim masih tahap mobilisasi alat berat dan pengukuran ulang di lapangan.
Yang lebih panjang lagi, ada rencana pembukaan 108 kilometer jalan di kawasan Taman Nasional Siberut. Untuk ruas ini, Brandus memastikan izin dari Kementerian Kehutanan sudah dikantongi.
*Tantangan Izin Hutan Lindung*
Meski begitu, pekerjaan belum tanpa hambatan. Ada sekitar 26,5 kilometer ruas jalan menuju Simatalu yang masuk kawasan hutan lindung. Izin sebelumnya sudah habis masa berlaku dan kini harus diperbarui.
“Kami sudah koordinasi dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan tahun ini clear, jadi karya bakti bisa lanjut sampai tembus Simatalu,” kata Brandus.
Dengan terbukanya jalur-jalur baru ini, Pemkab Mentawai berharap konektivitas antardesa makin kuat. Ekonomi bergerak, layanan pendidikan dan kesehatan masuk, dan Mentawai makin terbuka tanpa kehilangan jati diri budaya.(Robi)
