Liputanone, co.id.Mentawai– Dengan satu lembar surat pernyataan komitmen, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Samaloisa mengakhiri era panjang warga Mentawai yang harus dirujuk ke luar daerah saat kondisi darurat.
Komitmen pembangunan RSUD berkelas itu ditandatanganinya di hadapan Ketua DPRD, sebagai syarat yang diminta Kementerian Kesehatan.
“Ini perwujudan mimpi 26 tahun usia Kabupaten Mentawai. Setelah jalan, listrik, internet, air bersih, kini giliran kesehatan. Kami ingin warga Mentawai yang sakit keras cukup berobat di Tuapejat. Tidak ada lagi pasien terombang-ambing di laut untuk mencari pertolongan jauh,” tegas Bupati Rinto kepada media selasa ,07/07/2026
Bupati menyoroti kondisi geografis Mentawai yang 70% wilayahnya laut. Cuaca ekstrem dan ombak besar membuat rujukan darurat sangat berisiko. Karena itu RSUD harus naik kelas, lengkap fasilitas, dokter spesialis, dan mobilitas.
“tanda tangani komitmen ini di hadapan Ketua DPRD. Resiko dan jabatan siap di tanggung, yang penting keselamatan rakyat Mentawai. RSUD baru ini akan jadi rumah sakit terbaik di kepulauan, agar layanan kesehatan cukup sampai di Tuapejat,” ujarnya.
Untuk operasional, Pemda siap alokasikan anggaran APBD secara kontinu. Targetnya, RSUD Mentawai setara rumah sakit rujukan nasional. Puskesmas di Sikakap dan Siberut juga akan ditingkatkan statusnya agar layanan merata sampai pelosok.
“Ke depan, Mentawai bukan lagi daerah yang mengirim pasien ke luar. Tapi daerah yang mampu memberi layanan terbaik bagi warganya sendiri dan wisatawan yang datang. Alam kita menyembuhkan, dokternya spesialis, pelayanannya maksimal,” pungkas Bupati.
Komitmen berani ini menandai babak baru kesehatan Mentawai. Dari mimpi panjang, kini melangkah menuju kenyataan.(Robi)
