Abah H. Mawardi, Ingatkan Empat Golongan Tak Mendapat Ampunan di Malam Lailatul Qadar

MEULABOH – LIPUTANONE
| Suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Darussunnah di Gampong Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Sabtu malam (15/3/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh para pimpinan dayah, dewan guru, santri, serta pengurus dayah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadhan, namun juga diisi dengan tausiah keagamaan yang menggugah hati para jamaah.

Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darussunnah, Abah, H. Mawardi Nyakman, dalam tausiah Ramadhannya menyampaikan pesan penting kepada seluruh jamaah agar memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperbanyak amal ibadah.

Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa terdapat empat golongan manusia yang tidak mendapatkan ampunan pada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

" Pertama mudminul khamar, yaitu orang yang gemar meminum khamar atau pemabuk. Kedua musyahin, yakni orang yang suka memprovokasi dan menimbulkan permusuhan.

Ketiga uququl walidain, yaitu mereka yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Dan yang keempat, Qathiul rahim orang yg memutus tali persaudaraan," ujar Abah Mawardi di hadapan para jamaah.

Ia menegaskan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk bertaubat dan memperbanyak sedekah, karena pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi dengan izin Allah SWT.

Menurutnya, para malaikat sangat ingin menyaksikan secara langsung umat Nabi Muhammad SAW yang bertaubat dan bersedekah, karena di alam malaikat tidak terdapat amalan taubat maupun sedekah.

" Para malaikat di langit itu suci dan tidak memiliki hawa nafsu, sehingga mereka tidak melakukan taubat maupun sedekah. Karena itu mereka ingin melihat bagaimana indahnya umat Nabi Muhammad beribadah, bertaubat dan bersedekah di bulan Ramadhan," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dayah Istiqamatuddin Darussunnah, Tgk Khalidi, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus serta dewan guru yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan buka puasa bersama tersebut.

Ia mengatakan kebersamaan tersebut sudah dipersiapkan sejak siang hari, dimana para pengurus dan guru dayah secara gotong royong memasak kuah belangong, menu khas Aceh yang disajikan untuk para jamaah saat berbuka puasa.

" Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan dewan guru yang telah bekerja bersama mulai dari memasak kuah belangong hingga kegiatan berbuka selesai. Semua dilakukan dengan penuh rasa kekeluargaan," ujar Tgk Khalidi.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antara para guru, santri dan masyarakat sekitar dayah.

Para jamaah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap Ramadhan sebagai sarana memperkuat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

" Semoga Allah SWT memberkahi kebersamaan ini dan menjadikan Ramadhan tahun ini penuh rahmat dan ampunan,” tutup Tgk Khalidi.

(Dedy Surya)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak