ACEH BARAT – LIPUTANONE.CO.ID | Lembaga adat Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam bermedia sosial serta menjaga etika pergaulan di ruang publik sesuai nilai-nilai adat dan Syariat Islam.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan tim internal MAA yang menemukan sejumlah fenomena sosial di beberapa kafe di wilayah Aceh Barat dalam beberapa waktu terakhir.selasa,21/4/26.
Ketua MAA Aceh Barat, Tgk H Mawardi Nyakman, atau yang akrab disapa, ABAH, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya perilaku yang dinilai mulai menyimpang dari norma adat dan budaya Aceh.
" Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, ditemukan di beberapa titik kafe, kaum perempuan terlihat berbaur bebas dengan kaum laki-laki tanpa memperhatikan batasan adat. Bahkan, sebagian tampak percaya diri merokok di tengah keramaian. Hal ini tidak mencerminkan budaya dan tradisi Aceh,” ujarnya.
MAA menilai fenomena tersebut menjadi indikasi terjadinya pergeseran nilai sosial di tengah masyarakat. Perubahan gaya hidup akibat pengaruh globalisasi dan maraknya penggunaan media sosial disebut sebagai salah satu faktor utama yang mendorong perubahan tersebut.
Selain perilaku di ruang publik, MAA juga menyoroti pentingnya etika dalam bermedia sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh konten negatif serta tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan, adat istiadat, dan norma keislaman dalam setiap aktivitas digital.
Ajak Semua Elemen Ambil Peran dalam menyikapi kondisi ini, MAA Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh adat, tokoh agama, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap generasi mud
ABAH juga mendorong adanya regulasi dan pedoman etika sosial yang lebih konkret, khususnya terkait aktivitas di ruang publik seperti kafe dan tempat hiburan, guna menjaga marwah budaya Aceh.
" Ini bukan semata soal larangan, tetapi bagaimana kita menjaga jati diri dan kehormatan budaya Aceh di tengah arus perubahan zaman," Pungkas Abah.
Dengan adanya temuan tersebut, MAA berharap dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian nilai-nilai adat di Aceh Barat.
(Dedy Surya)

