Liputanone,CO.ID.Mentawai-Dentang pertama lonceng Gereja Katolik Santo Paulus memecah keheningan Dusun Mangkak Baga, Desa Sinakaka, Minggu pagi (15/3/2026). Suara itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda terkabulnya harapan umat yang telah lama menanti.
Di balik dentang itu, ada wujud nyata dari kerja seorang wakil rakyat. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nelsen Sakerebau, S.Th., M.M., hadir langsung untuk menyerahkan dan meresmikan pemasangan lonceng gereja yang ia hibahkan bagi umat di ujung selatan Bumi Sikerey tersebut.
Kunjungan kerja Nelsen ke Kecamatan Pagai Selatan disambut hangat dengan tarian dan senyum umat. Bagi masyarakat Mangkak Baga, kehadiran Nelsen bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti bahwa suara dari dusun terpencil bisa sampai ke gedung dewan, lalu kembali dalam bentuk aksi nyata.
“Ini adalah ungkapan syukur saya atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan masyarakat Pagai Selatan selama ini,” ujar Nelsen usai menggunting pita peresmian. Baginya, lonceng memiliki dua makna: secara rohani sebagai pengingat waktu ibadah, secara sosial sebagai pemanggil kebersamaan.
Acara yang dipusatkan di halaman gereja itu berlangsung khidmat. Diawali ibadah syukur, dilanjutkan peresmian, dan diakhiri dengan dialog hangat. Nelsen membuka ruang bagi umat untuk menyampaikan aspirasi lanjutan, mulai dari akses jalan dusun hingga pemberdayaan ekonomi jemaat.
Tokoh umat setempat, Yonas Saogo, mewakili masyarakat menyampaikan rasa syukur mendalam. “Kami tidak menyangka Pak Dewan datang langsung bawa lonceng. Selama ini kami ibadah tanpa lonceng. Sekarang, kalau lonceng bunyi, hati kami ikut bergetar,” ucapnya haru.
Kebersamaan ditutup dengan jamuan makan sederhana bersama seluruh umat. Di bawah tenda darurat, Nelsen membaur tanpa sekat, mendengar cerita demi cerita dari masyarakat. Ia menegaskan, bantuan rumah ibadah adalah komitmen lintas iman yang akan terus ia jalankan.
“Selama masih diberi amanah, saya akan berupaya hadir untuk semua. Karena tugas dewan adalah memastikan setiap kelompok masyarakat merasa diperhatikan negara,” tegas Nelsen. Ia berharap dentang lonceng Santo Paulus menjadi pengingat bahwa Mentawai dibangun dengan kebersamaan.(ignasius.G.f.)
