LIPUTANONE.CO.ID - Guru memegang peran penting dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar. Guru harus menyampaikan materi kepada peserta didik, membentuk karakter peserta didik, serta bertanggung jawab atas perkembangan peserta didik selama pembelajaran.
Tak hanya itu Guru juga dituntut untuk benar-benar melakukan persiapan secara matang, sebab ia yang menentukan seberapa besar ilmu pengetahuan yang akan dibawa pulang oleh anak-anak didiknya. Oleh karena itu guru patut disebut sebagai pemimpin dan penggerak pembelajaran yang turut berperan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, guru harus memiliki kompetensi yang mumpuni. Kompetensi tersebut adalah kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki seorang guru untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.
Nah, melalui hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai berikan penguatan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru serta mendukung program sekolah unggul di lingkungan Kepulauan Mentawai yang di laksanakan baru-baru ini di aula Turonia dari 30-31 maret 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Jop Sirirui diruang kerjanya, Selasa (7/4/2026) menuturkan, pelatihan peningkatan kompetensi guru ini di ikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari guru TK sebanyak 12 orang, Guru SD 23 orang dan Guru SMP 15 orang.
Kegiatan yang di lakukan ini, kata Jop untuk mempersiapkan para guru untuk menuju sekolah unggul, tentu dalam hal ini perlu di berikan penguatan melalui pelatihan kompetensi agar kedepan mampu menguasai mata pelajaran dan metode pengajaran, serta memahami dasar-dasar pendidikan.
"Prinsipnya materi yang diberikan profesor kepada guru pendekatannya melalui pedagogik, bagaimana menghadapi anak TK, SD dan SMP, tentu harus di mulai dari sekarang" Terangnya
Kemudian nantinya bisa di tentukan mana saja anak-anak yang memiliki talenta dan berpotensi, sehingga bisa dikumpulkan dalam satu kelas unggul.
Dia menyebut, dalam mempersiapkan sekolah unggul, pihaknya masih melakukan pembenahan dan menyiapkan sarana dan prasarananya, tak hanya dilengkapi dengan fasilitas komputer, tapi bagaimana mengembangkan labor bisa beroperasi dengan baik yang berdampak kepada peserta didik.
"Kita belum bisa katakan sekolah unggul sudah ada, namun kita masih merintis, kalau usulan ada 5 sekolah SMP, tapi kita optimis palingan dua dulu yang di maksimalkan, selanjutnya di lakukan bertahap" ucap Jop.
Lebih lanjut disampaikan, soal penentuan sekolah unggul masih di lakukan peninjauan, kalau sudah ditentukan, nanti di SK kan oleh Bupati, namun semuanya butuh dukungan semua pihak, terutama OPD di lingkungan Pemkab Mentawai.
Dia menjelaskan, untuk kriteria menjadi sekolah unggul itu mempersiapkan gurunya, sarana prasarana pendukung dan kurikulumnya, nanti akan ada perubahan bisa saja jam mengajar bertambah.
Sekolah unggul ini, kata dia bagaimana mempersiapkan generasi muda untuk bisa masuk sekolah kedinasan seperti Akpol,Akmil, STPDN, sekolah taruna dan lain-lainnya. Untuk menjawab itu tentu harus di siapkan dari sekarang, imbuhnya.
Meski demikian, upaya ini terus di dorong dan tahun ini masih di lakukan perintisan, berkemungkinan bisa di laksanakan tahun 2027, tapi di mulai sekarang untuk di lakukan pembenahan dengan menyiapkan sarana dan prasarananya.
Untuk diketahui SMP yang ada sebanyak 30 sekolah, nah, tahun ini sebanyak 20 SMP di persiapkan fasilitas labor dan kemudian bertahap di lengkapi dengan server perangkat lunak, namun perlu dilakukan studi banding di kabupaten lain terkait pengembangan Labor.
"Berharap melalui penguatan kompetensi bagi guru, sekolah unggul SMP bisa terwujud di Mentawai setidaknya ada dua atau tiga dan bagi peserta didik yang tamat bisa nantinya melanjutkan ke sekolah taruna dan sekolah tingkat tinggi,"tutupnya mengakhiri.
(*Robi)





