LIPUTANONE.CO.ID - Luka akibat banjir yang melanda Sipora pada Jumat (8/5/2026) lalu mulai terobati. Sabtu (9/5/2026), masyarakat dari empat desa terdampak di Kecamatan Sipora Selatan dan Sipora Utara kompak menyampaikan apresiasi tulus kepada Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana.
Apresiasi itu datang dari warga *Desa Bosua, Desa Mara, Desa Saureinuk di Kecamatan Sipora Selatan*, serta *Desa Goiso Oinan di Kecamatan Sipora Utara*. Mereka merasa kehadiran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai benar-benar dirasakan sejak hari pertama bencana.
“Sigapnya Pemkab Mentawai Luar Biasa”
Salah satu warga Desa Bosua yang rumahnya terendam banjir setinggi 2 meter tak kuasa menahan haru. “Menyatakan apresiasi kepada Bupati Mentawai Rinto Wardana, atas sigapnya Pemkab Mentawai menangani paska musibah bencana banjir yang landa daerah kami dan berikan bantuan,” ucapnya dengan suara bergetar.
Senada, tokoh masyarakat Desa Mara menyebut bantuan logistik Pemkab Mentawai datang cepat. “Beras, mie, selimut, tikar, sampai cangkul untuk bersihkan rumah, semua sampai. Kami merasa tidak sendiri. Tim BPBD dan Dinsos masih di lapangan sampai sekarang,” katanya.
Warga Desa Saureinuk dan Goiso Oinan juga menyampaikan hal yang sama. Bagi mereka, kehadiran Tim TRC BPBD yang turun sejak subuh, pendataan cepat Pusdalops, hingga distribusi bantuan yang tepat sasaran adalah bukti nyata Pemkab Mentawai hadir untuk rakyat.
Bupati Rinto Wardana: Ini Tugas Kami
Sebelumnya, atas instruksi Bupati Rinto Wardana, BPBD Mentawai langsung mengaktifkan 7 langkah taktis: kaji cepat, koordinasi desa, hingga distribusi logistik untuk 157 KK terdampak. Bupati juga memerintahkan siaga 1x24 jam mengantisipasi banjir susulan.
Bantuan yang sudah disalurkan meliputi beras, mie instan, teh, kopi, gula, matras, selimut, tenda keluarga, serta peralatan pembersih rumah seperti cangkul, linggis, dan gerobak.
Dari Duka Menjadi Kekuatan
Banjir setinggi 30 cm hingga 2 meter yang merendam Dusun Sao, Mongan Bosua, Mara, Silaoinan, dan Goiso Oinan pada 8 Mei 2026 memang meninggalkan duka. Namun kecepatan dan ketulusan Pemkab Mentawai mengubah duka itu menjadi kekuatan.
“Terima kasih Bapak Bupati. Bantuan ini sangat berarti untuk kami mulai berbenah,” ucap seorang ibu di Dusun Sao sambil memeluk paket selimut dari Pemkab.
(*Robi)

