Bupati Rinto Wardana Launching TRC Mentawai: Ubah Pola Reaktif ke Pencegahan, Wujudkan Visi Mentawai Emas 2045

 


Liputanone, co.id.Mentawai– Kepemimpinan visioner Bupati *Rinto Wardana* kembali dibuktikan. Sabtu 20 Juni 2026, Bupati Rinto secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat TRC Kabupaten Kepulauan Mentawai sekaligus menutup Bimbingan Teknis Bimtek TRC di Homestay Mapaddegat,sabtu 20/06/2026

Acara yang dihadiri Kepala OPD Pemkab Mentawai, TNI, Polri, dan Basarnas ini menjadi tonggak sejarah. Mentawai resmi menjadi kabupaten pertama di Sumatera Barat yang memiliki TRC tingkat kabupaten, tim siaga bencana 24 jam.

Bupati Mentawai Rinto Wardana menandatangani berita acara launching TRC, disaksikan jajaran OPD, TNI, Polri, dan Basarnas, Sabtu 20/6/2026.

Launching TRC ini bukan seremoni biasa. Ini adalah implementasi nyata Visi RPJPD Kabupaten Kepulauan Mentawai 2025-2045: "Terwujudnya Kepulauan Mentawai yang Maju, Berkelanjutan dan Bermartabat menuju Mentawai Emas 2045" 

Dalam materi penutupan, Bupati Rinto Wardana menegaskan TRC ditempatkan pada Misi 5 RPJPD: Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi. Artinya, tugas TRC bukan hanya menyelamatkan, tapi menjaga ketahanan sosial budaya masyarakat Sikerei.

"BPBD dan TRC ada di Misi 5. Ini bukti TRC menjaga agar budaya Sikerei dan ekologi Mentawai tetap kuat meski diterpa bencana," jelas Bupati Rinto.

Bupati Rinto dalam materinya membedah 6 tantangan utama bencana di Mentawai: wilayah kepulauan terpisah dan sulit dijangkau, dana terbatas hanya untuk tanggap darurat, koordinasi lintas instansi belum maksimal, perilaku masih reaktif, kesadaran warga jaga alam rendah, dan tingkat kesiapsiagaan warga masih rendah.

"Tantangan ini harus kita ubah. Kita ubah pola tanggap darurat menjadi pencegahan terencana. Itu inti mitigasi jangka panjang. Tim reaksi cepat ini kita buat untuk mempersiapkan personil-personil tangguh, garda terdepan yang standby 24 jam untuk antisipasi dan penanganan kebencanaan," tegas Bupati Rinto Wardana penuh wibawa.

Bupati Rinto Komit: Gembleng Fisik Mental & Perluas ke Desa  

Meski Bimtek 3 hari sudah membekali dasar teoritis, Bupati Rinto menargetkan lebih tinggi. Beliau memerintahkan TRC digembleng fisik dan psikologi lewat kerja sama dengan Kodam.

"Penanganan bencana butuh fisik dan psikologi mantap. Saat turun lapangan kondisinya tidak baik: kelaparan, terancam penyakit. Kita akan kerja sama Kodam untuk pelatihan dasar kemiliteran, bukan untuk tempur, tapi membangun disiplin anggota," papar Bupati Rinto.

Visi jangka panjang Bupati Rinto: TRC berkembang hingga desa-desa. Kualitas dan kuantitas personil terus diperbesar agar setiap ancaman, Mentawai siap.

"Harapan saya, TRC ini berkembang ke desa-desa. Kita latih kualitas dan kuantitasnya, supaya setiap ada ancaman bencana, semua tim kita sudah siap turun ke lapangan tanpa kendala," pungkas Bupati Rinto Wardana.

Dengan launching TRC dan materi strategis ini, Bupati Rinto Wardana menegaskan diri sebagai pemimpin yang tidak hanya reaktif saat bencana, tapi preventif sebelum bencana. 

Di bawah komando Bupati Rinto, Pemkab Mentawai hadir: siaga sebelum bencana, sigap saat bencana. Inilah langkah nyata menuju Mentawai Emas 2045: Maju, Berkelanjutan, Bermartabat,"Tutupnya mengakhiri. (Robi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak